header rumah kita

Mengenal Read Aloud dan Manfaatnya bersama Bunda Hamimeha

Konten [Tampil]
read aloud dan manfaatnya
Read aloud jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya membaca nyaring. Jadi jangan bingung jika ada yang menyebut membaca nyaring, sebab membaca nyaring itu sama dengan read aloud.

Namun sebelum kita bahas lebih lanjut tentang read aloud dan manfaatnya, kenalan dulu yuk dengan Bunda Hamimeha yang menjadi narasumber Sharing BMFM (By Member For Member) di WAG Blogspedia. Siapakah beliau?

Beliau adalah seorang bloger, writer, pegiat literasi, praktisi read aloud, parenting enthusiast dan Canva Contributor. Mantap kan? Kalau sohib parents mau kenal lebih lanjut, cuzz saja ke blognya di www.hamimeha.com ya.
mengenal bunda hamimeha

Pengertian Read Aloud

Sederhananya, read aloud adalah sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan anak melalui membaca. Hal ini dilakukan oleh Jim Trelease yang menggabungkan read aloud melalui bukunya The Read Aloud Handbook.

Dalam buku tersebut dia membagikan bagaimana dampak dari read aloud yang pernah dilakukan oleh ayahnya di rumah. Pengalaman membaca yang menyenangkan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Termasuk bisa membantu dalam proses memahami anak.

Jadi apa itu read aloud ?
Read aloud atau membaca nyaring adalah kegiatan sederhana yang berdampak luar biasa. menurut Jim Trelease adalah aktivitas sederhana, di mana kita menyisihkan waktu untuk membacakan cerita, secara terus-menerus yang berdampak membuat biasa mendengar (listening level), mau membaca, dan akhirnya bisa membaca.
Sekali lagi, orientasi saat read aloud adalah menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan sehingga menumbuhkan minat baca, bukan membuat anak mampu membaca.
read aloud adalah

Mengapa Orang Tua Perlu Belajar Metode Read Aloud?

Sebab read aloud bukan sekedar asal baca. Melainkan ada upaya yang dilakukan oleh si pembaca buku khususnya membaca buku untuk anak balita agar menyenangkan, yaitu melalui;
  • intonasi bacanya
  • ekspresi yang ditampilkan pembaca
  • interaksi yang dibangun oleh pembaca dan yang mendengar
Untuk lebih lengkapnya tentang bagaimana teknik read aloud yang benar, bisa dibaca pada artikel berjudul Mengapa Read Aloud Menyenangkan di blog Bunda Hamimeha ya.

Perbedaan Read Aloud dengan Mendongeng atau Berkisah

Menurut Bunda Hamim, pertanyaan ini sering muncul saat beliau menjadi narasumber tentang read aloud. Tanpa waktu lama, Bunda Hamim lalu mengajak kami untuk memperhatikan perbedaan mendasar dari membaca dan berkisah, yaitu kehadiran sebuah buku.
perbedaan read aloud dengan mendongeng dan berkisah
Pada saat membaca, kita menjadikan buku sebagai unsur terpenting. Sedang saat berkisah atau mendongeng, buku hanya sekedar media pelengkap. Selain itu, saat kita melakukan read aloud pastikan anak melihat gesture kita yang sedang membaca. Jika perlu menunjukan kata-kata atau tulisan dalam buku. Lalu mengarahkan ilustrasi untuk menjadi bahan diskusi bersama anak.
Kosa kata yang kita baca adalah kosa kata yang ada di buku. Dengan memperhatikan tanda baca yang ada. Berbeda dengan berkisah atau mendongeng, pendongeng akan lebih banyak menggunakan kosakata percakapan atau lisan. Sering kali juga mereka menggunakan bahasa versi mereka.

Jadi sekarang sudah jelas ya bahwa membaca sangat berbeda dengan mendongeng atau berkisah?

Agar Read Aloud Menarik untuk Anak

Ternyata dalam mempraktikkan read aloud ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ada hal yang sebaiknya dilakukan dan ada pula hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Apa saja ya hal-hal tersebut?

Do

  • Lakukan sedini mungkin
  • Membaca nyaringlah dengan kosisten
  • Lakukan dengan fun (menyenangkan)
  • Buatlah persiapannya.
  • Beri teladan yang baik

Don’t

  • Jangan terlalu serius
  • Jangan terlalu santai
  • Jangan salah pilih buku
Sekali lagi, saat read aloud, orientasi kita adalah menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan. Jadi bagaimana ya agar membuat read aloud jadi menarik?
Saat read aloud atau membaca nyaring ada 3 kuncinya; buku, waktu dan kemauan.
Nah, kunci ini tampaknya memang butuh peran besar orang dewasa. Baik itu orang tua, guru, ataupun orang dewasa lainnya.
agar read aloud menarik
Agar read aloud menarik sebenarnya sudah sempat dijelaskan secara sekilas di bagian awal. Namun hal yang perlu diperhatikan, ada 3 tahapan dalam read aloud yang perlu dilakukan, yaitu:
  • Tahap 1: persiapan,
  • Tahap 2: langkah saat membacakannya,
  • Tahap 3: aktivitas setelah membaca.
Ribet ya?

Memang sih agak ribet tapi dampaknya luar biasa!

Persiapan sebelum read aloud sangat penting, sebab, sebelum orang tua membacakan buku ke anak, orang tua harus mengetahui isi, alur dan intonasi yang akan dimainkan saat membaca. Oleh karenanya, ada yang namanya KTS (Kajian Teks Sederhana) sebelum orang tua mempraktekkan read aloud ke anak.

Pada saat membaca pastikan orang tua untuk membangun interaksi dengan anak. Berikan pertanyaan-pertanyaan terkait isi buku yang sedang dibacakan. Begitu juga setelah , sebaiknya juga ada interaksi. Jangan langsung ditutup bukunya. Kita bisa mengajukan pertanyaan atau mengajak anak diskusi hal-hal yang berhubungan dengan buku yang baru saja dibaca.

Hal yang Tak Boleh Dilupakan Saat Read Aloud

Ada hal yang terkesan sepele, tetapi tida boleh dilupakan ketika orang tua mempraktekkan read aloud, yaitu pentingnya menyebutkan penulis dan illustrator bahkan juga penerbit. Ternyata nih menurut Kak Hamim, ada 3 alasan di balik hal tersebut:
  • Kita sedang menunjukan kepada anak bahwa buku ini ada pembuatnya, ada penulis, ada illustrator, penerbit, tahun terbit juga. Hal ini merupakan pengetahuan untuk anak.
  • Bentuk apresiasi kita kepada penulis, illustrator dan penerbit juga.
  • Copyright atau lebih dikenal dengan hak cipta. Dasar hukum mengenai hak kekayaan intelektual adalah beberapa diantaranya : UU Nomor 19/2002 diganti dengan UU No. 28/2004 tentang Hak Cipta.

Untuk Siapa Saja Read Aloud?

Meski read aloud disarankan dilakukan sejak dini, namun bisa juga lo dilakukan untuk anak sekolah atau remaja. Namun ada hal-hal yang perlu ditekankan yaitu terkait pemilihan buku dan aktivitas setelah membaca.

Pada usia anak sekolah dan remaja, mereka sudah bisa membaca sendiri. Maka kita perlu membuat kegiatan membaca nyaring jauh lebih menarik, melalui interaksi yang kita bangun dengan anak.

Memilih Buku untuk Read Aloud

Anak harus dikenalkan pada buku pada usia sedini mungkin untuk menghindari adanya tantangan anak belum terbiasa dengan buku.

Dalam pemilihan buku, anak perlu diperhatikan juga usinya.
  • Usia 0-1 tahun, biasanya lebih ke ilustrasi gambar sederhana, biasanya terdir dari 1-2 kata.
  • Usia 1-3 tahun, bisa mulai dikenalkan dengan buku berkalimat yang biasanya kita kenal dengan WPB (Wordless Picture Book)
  • Usia 3-5 tahun, bisa mulai kenalkan dengan buku yang memuat kalimat agak panjang.
pemilihan buku untuk read aloud

Jika belum punya buku gimana, sedangkan saat ini perpustakaan juga belum dibuka untuk umum?

Kita bisa kok menggunakan aplikasi buku digital. Tidak ada aplikasi khusus untuk read aloud tapi untuk bisa akses buku digital secara gratis, antara lain Let’s Read dan Literacy Cloud. Sementara untuk aplikasi yang berbayar, sohib parents bisa mencoba unduh aplikasi Pesona Edu.

Jika orang tua konsisten melakukan read aloud untuk anak-anaknya, anak bisa memiliki kemampuan membaca lo. Sebab aktivitas membaca nyaring ini secara tidak langsung mengenalkan anak pada penulisan.

Itulah kenapa saat read aloud sebaiknya orang tua sambil menunjuk ke arah kata-kata yang ada di dalam buku. Atau setidaknya ada gesture yang menunjukan bahwa kita sedang membaca kata yang ada di dalam buku.

Demikianlah reportase dari Kak Yulia untuk Sharing Session BMFM dengan topik read aloud dan manfaatnya bersama bunda Hamimeha pada Kamis, 14 Oktober 2021 lalu. Semoga bermanfaat ya, sohib parents!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.
Newest Older

Related Posts

Post a Comment