Calon Ilmuwanku yang Suka Membaca



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Beberapa hari ini Affan tak pernah tidur siang. Salah satu penyebabnya karena kakaknya tak tidur siang, mereka asyik  bermain bersama. Kadang saat Kak Ifa main ke luar rumah selepas ashar, Affan saking ngantuknya akan tertidur. Dan bahayanya kalau tidur saat sore hari semacam ini, ia akan bangun menjelang maghrib dan jam  tidur malamnya pun semakin larut.

Begitu juga pada Kamis malam, 19 September 2019. Affan lagi-lagi tak tidur siang. Akhirnya saat aku pergi pengajian bulanan RT, Affan tertidur. Kata ayahnya tidur sekitar jam setengah delapan malam. Bahaya, pikirku. Benar saja. Nggak ada 10 menit dari kepulanganku, Affan lalu terbangun. Dengan mata masih terkantuk-kantuk, ia mendekati kakaknya yang asyik makan serabi, oleh-oleh sepulang pengajian. 

Setelah menghabiskan serabi, Affan mengajakku ke kamar. Aku pikir paling dia akan kembali tidur melihat bola matanya yang masih terlihat mengantuk. Ternyata oh ternyata sampai aku akhirnya ketiduran, Affan tak juga tidur. Aku terjaga setelah kurang lebih 30 menit tertidur, kulihat Affan sudah ada di ruang tamu menemani ayahnya yang sedang menyelesaikan codingannya. Dia asyik membuka-buka buku. Sambil membuka halaman demi halaman, dia berceloteh seakan-seakan menceritakan isi buku dengan bahasanya sendiri. Semua buku di rak dia keluarkan sampai tercecer di lantai.

Aku dan ayahnya hanya meringis  melihat kelucuan polah si Affan, sambil sesekali menanggapi celotehannya. Aku menyelesaikan beberapa postingan sambil menunggu Affan mengantuk. Sesekali dia rebahan di atas buku-buku yang ada di lantai. Aku berkata sama ayahnya, "Ni anak penerus Pak Habibie. Ruang bacanya Pak Habibie lo yah, bukunya... buanyaaak." 

Aku: "Affan calon penerus Pak Habibie ya, mau jadi ilmuwan?"
Affan: "Ya, jadi ilmuwan."

Aku: "Mau buat pesawat ya?"
Affan: "Ya, bikin pesawat."
Aku: "Nanti mau sekolah di Jerman juga?"
Affan: "Ya, sekolah di Jerman.."

Aku tertawa ringan mendengar jawaban-jawaban Affan, biasanya kalau lagi diajak ngobrol seperti itu biasanya dia bilang "mau bikin truk semen." Selesai membuat dua postingan di blog, aku melihat Affan mulai menguap. Ku ajak Affan beberes buku-buku yang tersebar di lantai. Aku ingin dia tahu bahwa berantakan itu nggak apa-apa, tapi harus dirapikan kembali.

Setelah selesai membereskan buku-buku ke tempatnya. Aku mengajak Affan tidur. Tentu berdoa lebih dulu. Nggak pakai lama, akhirnya terlelap juga. Alhamdulillah. Have a tight sleep, salehnya Bunda. Apapun cita-citamu kelak semoga semakin membuatmu dekat dengan Sang Pencipta, semakin cinta padaNya dan rasulNya. Aamiin.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email