Hmmm; Melatih Anak Mengenal Emosi



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Salah satu buku paket untuk anak yang lagi hits saat ini yaitu milik Rabbit Hole. Aku termasuk yang penasaran dengan buku-buku mereka, hingga akhirnya aku memutuskan mengikuti arisan untuk bisa memiliki salah satu paketnya. 

Sebagai new comer, Rabbit Hole termasuk pilihan buku paket yang menarik, namun ada beberapa kekurangan yang aku temukan, khususnya pada buku dengan soft cover. Jilidannya mudah sekali lepas, beberapa lembar buku Rabbit Hole-nya ifAffan sudah nggak berbentuk. Yang aku suka dari paketan ini; Indonesia banget! Anak-anak jadi lebih mengenal negaranya dan semakin cinta sama Indonesia. 



Salah satu buku favoritku dari paket ini yaitu Hmmm. Saat buku hampir dikirimkan, pihak Rabbit Hole menanyai karakter di bukunya mau yang versi cowok atau cewek. Bingung juga saat itu. Pikirku kalau cewek, Ifa toh sudah cukup besar untuk mengenal emosi. Kalau memilih karakter cowok, nanti Ifa cemburu. Eh si mbak admin Rabbit Hole bilang “beli dua buku saja bu.” Trik penjual ye. 

Akhirnya setelah ditimbang-timbang aku memilih karakter cowok untuk Hmmm. Dan seperti yang aku duga Ifa pun protes kenapa nggak beli yang versi cewek aja, hihi. Alhamdulilllah setelah dijelaskan alasannya pun ia paham. Malah ia yang lebih rajin membacakan buku ini ke Affan, tentu saja dengan bahasanya sendiri. 



Buku Hmmm ini bertujuan untuk mengenalkan emosi pada anak. Seperti apa rasa bahagia, sedih, marah, kecewa dilengkapi dengan ilustrasi tiga dimensi yang unik. Misalnya di bagian mengenalkan rasa jijik, dituliskan bahwa jijik itu seakan-akan kulit kita menjadi seperti kulit jeruk. Lalu ada ilustrasi 3D kulit jeruk yang bisa disentuh sehingga anak bisa membayangkan seperti apa rasa jijik itu. 



Begitu juga dengan marah, dilengkapi dengan ilustrasi 3D yang bisa disentuh sehingga anak bisa membayangkan bagaimana perasaan marah seakan-akan ada batu berwarna merah yang ingin keluar dari dada. 

Di akhir buku ada cermin berbentuk lingkaran yang berguna untuk mengajak anak mengenal emosi dirinya pada saat buku itu dibacakan. Apakah senang, sedih, ngantuk. Dengan cermin itu anak juga bisa diajak bermain olah rasa, mengolah mimik muka bagaimana ketika marah, sedih, kecewa. Suka banget deh sama buku ini, ifAffan pun juga sangat menyukai buku ini. Seringnya mereka akan berebut melihat ke cermin untuk melihat ekspresi wajah masing-masing. 



Sementara itu, di hari kedelapan ini aku berusaha untuk menyelesaikan Bahagia Berkisah. Thanks so much to Mbak Hikmah Yulitasari yang telah menuliskan buku ini, membuat aku jadi lebih semangat berkisah untuk anak-anak. Membaca manfaat yang bisa aku dapat dari berkisah lewat buku ini rasanya sungguh sedih jika aku menyia-nyiakan kesempatan berkisah kepada anak-anak. Mumpung mereka masih di golden ages nya, saat terbaik untuk menginstal fitrah dan nilai-nilai kebaikan. Semoga aku istiqomah ya… begitu juga dengan semua parents di seluruh dunia… jangan bosan berkisah untuk anak-anaknya ya. 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 



#Day8 
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari 
#KuliahBunsayIIP 
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email