Adab Sebelum Maghrib, Jangan Sekedar Tahu!



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Beberapa waktu lalu sebelum liburan, ada kejadian yang cukup menyentil untuk Kak Ifa. Seperti biasa setiap menjelang maghrib kak Ifa minta izin untuk ke musholla. Ayah dan bunda tentu saja mengizinkan, tentu saja tak lupa untuk mengingatkan kak Ifa agar tidak keluyuran di jalan.

“Tunggu azan dan iqamat di dalam masjid ya, Kak. Jangan lari-lari di luar.” Kata Ayah mengingatkan. Kak Ifa mengiyakan pernyataan Ayah. 

Belum ada 10 menit berlalu, suara tangis kak Ifa terdengar membahana. Tetangga depan rumah berteriak, “mbak Ifa jatuh.” Ayah yang mendengar teriakan tersebut segera berlari menjemput kak Ifa yang sudah jatuh terjerembab di depan musholla. Diajaknya kak Ifa pulang ke rumah. 

Bunda hanya tersenyum melihat kak Ifa yang wajahnya membiru, tangan dan kakinya penuh luka. Sementara Kak Ifa yang takut dimarahi hanya bisa menangis. Biasalah, Kak Ifa memang kalau lagi begitu suka kumat drama queen-nya, wkwk.

Keesokan paginya Kak Ifa merengek pada bunda untuk diizinkan tidak berangkat sekolah. Bunda paham pasti Kak Ifa malu kalau ditanya ustazah di sekolah kenapa wajah dan tubuhnya penuh luka. 

“Oke, Kak Ifa boleh istirahat di rumah. Tapi bunda tetap akan bilang kejadian semalam ke ustazah ya.” Bunda mengizinkan dengan syarat dan ketentuan berlaku. Kak Ifa pasrah menerima syarat tersebut. 

Bunda pun mengirim pesan ke ustazah dan menceritakan kondisi Kak Ifa. Ustazah mendoakan kak Ifa agar lekas sembuh. Tak lupa titip nasihat untuk Kak Ifa agar mengingat lagi tentang adab sebelum maghrib.

Apa Saja Adab Sebelum Maghrib?


Berdasarkan materi di kelas iman, kakak Ifa sebenarnya sudah tahu kalau ada beberapa adab yang harus dilaksanakan menjelang maghrib, di antaranya:



1. Tidak boleh berkeliaran di luar rumah. Anak-anak harus menghentikan permainan dan bergegas masuk ke rumah atau mushalla.
2. Menutup pintu dan jendela dengan mengucapkan basmallah.
3. Menutup bejana/ tempat air.
4. Tidak membicarakan hal yang tak bermanfaat.
5. Tidak boleh tidur, karena makruh tidur sebelum isya.

Bahkan materi ini sudah diulang dari sejak kak Ifa masih duduk di Kuttab Awal 1 hingga kini sudah di Kuttab Awal 2. Tapi begitulah ya, teori mah gampang dihafal, tapi prakteknya belum tentu. Begitu juga kak Ifa, sudah tahu kalau sebelum maghrib nggak boleh lari-lari di luar rumah. Eh, doi malah ikut-ikutan temannya lelarian di depan mushalla. 

Sekali dua kali sudah diingatkan Ayah, kak Ifa bilang iya tapi prakteknya tetap lari-lari. Nah loh, ditegur langsung deh sama Allah. 

“Allah negur kak Ifa karena sayang. Allah nggak mau kak Ifa seperti itu lagi. Kan Kak Ifa sudah tahu adab sebelum maghrib. Teman-teman kak Ifa belum tahu karena di sekolahnya tidak diajarkan. Seharusnya kak Ifa memberi tahu temannya yang baik bagaimana. Kalau teman-teman nggak mau mendengarkan, ya kak Ifa nggak harus ikut-ikutan. Duduk saja di mushalla tunggu iqamat dengan membaca.”

Karena hal itu, sementara Kak Ifa dilarang dulu ke mushalla. Lagipula karena kak Ifa perempuan jadi nggak wajib shalat di masjid. Setelah kak Ifa menyadari kesalahannya, baru deh diizinkan shalat lagi ke mushalla. Alhamdulillah, minggu ini kak Ifa sudah diizinkan ke mushalla lagi dan tidak lari-larian lagi. Nggak mau dong jatuh terjerembab kedua kalinya.

Semoga kisah kak Ifa ini bisa bermanfaat ya. Jangan lupa, sambil menunggu iqamat duduk manis saja di mushalla atau di dalam rumah. Jangan lari-lari kaya Kak Ifa, nanti bruk.. jatuh.. sakiit deh.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email