Nabiku Idolaku; Idola Terbaik Sepanjang Masa



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Dengan gempuran propaganda dari negeri barat, anak-anak mulai dicekoki bahwa menjadi superhero itu harus seperti Spiderman, Superman, Batman, Avengers dan sejenisnya. Padahal superhero sebenarnya jelas sudah terbukti, bahkan kisah-kisahnya diabadikan lewat Al Quran. Sayangnya sebagai orangtua kita seringkali lalai untuk mengenalkan superhero-superhero ini kepada anak-anak. 

Salah satu wejangan Abah Ihsan di setiap sesi parentingnya, mau anak sholih? Sudah menamatkan asmaul husna dan kisah nabi di usia emasnya? Jleb! Jangankan menamatkan untuk anak-anak, diriku sendiri saja masih kurang ilmu soal asmaul husna dan kisah para nabi. Masih suka bingung apa saja 99 nama Allah, masih suka bingung kisah Nabi Daud yang mana, nabi Idris yang mana. 



Sejak mendengar wejangan Abah Ihsan ini, aku bertekad untuk membeli buku kisah nabi yang lengkap dan bahasanya tepat untuk anak-anak. Pilihanku pun jatuh pada Nabiku Idolaku (NBI). Aku masih ingat pertama kali paket ini mendarat ke rumah, Ifa sangat excited sekali. Bukunya memang eksklusif sekali, sayangnya kualitas e-pennya saat itu tidak seeksklusif bukunya. 

Namun ada hal yang bikin sedih banget, ketika kami sempat memindahkan home library kami ke ruang belakang, sebagian besar buku NBI habis dimakan rayap. Rasanya geloooo banget. Makanya mendapat informasi kalau NBI keluar edisi baru, mulai gatel ini pengen beli lagi. Apalagi yang edisi baru semakin komplit dengan seri balitanya, tapi ayahnya Ifa sudah kasih sinyal “ntar dulu yee.” Oke deh, mari bersabar… 



Di antara sekian judul NBI, kisah Nabi Muhammad tetap jadi judul paling favorit untuk mbak Ifa. Apalagi sejak menyematkan nama Muhammad sebagai nama depan adiknya, mbak Ifa semakin semangat untuk mengenal tentang Rasulullah. Setiap habis mendengarkan kisah nabi Muhammad di Hafizah Doll, ia akan berlari ke rak buku dan mengambil NBI seri Nabi Muhammad. Dia bisa cari gambar yang sesuai dengan kisah yang baru didengarnya lo. 



Berbeda dengan buku-buku kisah nabi yang pernah aku baca sebelumnya, bahasa yang digunakan di buku NBI ini benar-benar cocok untuk anak-anak. Bahkan saat liqo dan tugas kultumnya menceritakan tentang nabi, aku selalu menggunakan NBI sebagai bahan bercerita. Ibu-ibu teman liqo-ku berkomentar bahwa bahasa di bukunya asyik banget, mudah dicerna. 



Selain bahasanya yang mudah dicerna, ilustrasi yang bagus, buku ini juga dilengkapi dengan “Kamu Perlu Tahu” yang berisi tentang fakta-fakta yang berkaitan dengan para nabi. Oh ya buku ini bilingual lo, jadi bisa sekaligus mengajarkan anak bahasa Inggris. 

Talent Mapping masih jadi sahabatku di hari kesepuluh game level 5 ini. Aku baru sadar kalau buku ini tidak sekedar teori, justru sangat practical. Kita tidak hanya diajak untuk mengenal diri, namun langsung praktek dan menemukan bagaimana diri kita dan apa potensi kita. Di buku ini juga lengkap dengan penjelasan sifat-sifat dari 34 bakat. Meski tentu saja akan lebih jelas jika kita ambil assessment-nya dan bisa mendapatkan informasi lengkap dari para praktisi TM. Hmm, semakin nggak sabar untuk ikut assessment nih, biar semakin kenal sama diri sendiri. Ada yang sudah pernah ikut full assessment TM? 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 



#Day10 
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari 
#KuliahBunsayIIP 
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email