header rumah kita

5 Tips Memilih SD Islam untuk Pendidikan Terbaik Anak

Konten [Tampil]
tips memilih SD islam
Sohib Parents, sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai. Adakah yang masih berburu sekolahan untuk putra-putrinya? Buat keluarga muslim, biasanya SD Islam menjadi pilihan utama sebagai tempat belajar anak-anak. Begitu pula dengan kami saat memilih sekolah bagi si sulung.

Masalahnya SD Islam kini semakin banyak jumlahnya. Setiap sekolah memiliki programnya masing-masing. Rasanya tak ada yang tak bagus. Semuanya menarik. Hingga orangtua pun dibuat kebingungan. Mana ya yang harus dipilih.

Hal yang sangat lumrah kok, sohib parents. Kami pun saat mencarikan kak Ifa sekolah dasar tiga tahun lalu juga mengalami hal tersebut. Namanya juga orangtua pengen memberikan tempat belajar terbaik bagi anaknya, pastinya memilih sekolah akan dipikir dengan matang.

Apalagi sekolah dasar bisa dibilang fondasi pendidikan setelah di rumah. Tentu kita nggak bisa main-main dong saat menjatuhkan pilihan. Anak kita akan berada di tempat tersebut selama 6 tahun berturut-turut. Tentu ada banyak hal yang menjadi pertimbangan. Terlebih pandemi juga masih belum surut, pasti kita harus melihat juga kualitas sekolahan tersebut dalam menyelenggarakan pendidikan secara online kan?

Berhubung dua tahunan lagi dik Affan juga akan memasuki usia SD, kami kembali mengingat-ingat apa saja sih pertimbangan dalam memilih SD Islam. Apakah masih sama dan relevan dengan saat memilih sekolah untuk kakaknya dulu?

Memilih SD Islam Terbaik, Ini 5 Tips dari Kami

Setelah kami runut, ternyata untuk memilih SD Islam yang nantinya akan jadi tempat belajar bagi dik Affan, 5 pertimbangan di bawah ini tak terlalu berbeda saat mencarikan si kakak sekolah. Apa sajakah itu?
tips memilih sekolah dasar

1. Visi Misi Sejalan

Hal pertama yang menjadi pertimbangan adalah apakah sekolah tersebut memiliki visi misi yang sejalan dengan pendidikan keluarga kami. Sekolah merupakan partner bagi orangtua, maka mencari sekolah bukan sekadar memperhatikan biaya.

Karena kami yakin, ketika sudah diniati masuk ke sekolah pilihan. Semahal apapun biayanya, insya Allah akan selalu ada jalan selama kita mau berikhtiar dan berdoa. Jangan sampai hanya karena ingin mendapatkan biaya yang terjangkau, lalu kita mengorbankan visi misi pendidikan keluarga.

Jika sekolah memiliki visi misi yang tak sejalan dengan visi misi pendidikan keluarga, nantinya akan ada banyak bentrok di tengah jalan. Ujung-ujungnya bisa jadi kita akan menjadi orangtua yang banyak protes terhadap pihak sekolah. Pihak sekolah pun bisa jadi menganggap kita sebagai wali murid yang rempong. Nggak mau kan hal itu terjadi?

Kami juga mencari sekolah yang nggak hanya mengajak muridnya menjadi pintar, tetapi juga orangtuanya. Kami sangat senang dengan sekolah yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan bulanan untuk orangtua, seperti parenting ataupun kegiatan belajar bersama orangtua.

2. Lokasi dan Fasilitas Sekolah

Pertimbangan berikutnya buat kami adalah lokasi dan fasilitas sekolah. Untuk sekolah dasar, kami lebih cenderung memilih sekolah berjarak tak terlalu jauh dari rumah, sehingga kami lebih mudah dalam proses antar jemput. Si anak pun nggak terlalu capek dalam perjalanan.

Meski begitu masalah lokasi ini bisa dianulir jika sekolah memiliki fasilitas antar jemput yang memadai. Biasanya kalau anak-anak diantar-jemput bersama teman-teman satu sekolahan, mau sejauh apapun lokasi sekolahnya, mereka happy-happy aja sih.

Selain itu, kami biasanya juga survery ke SD Islam incaran dan melihat bagaimana bangunannya. Ada fasilitas apa saja di dalamnya. Hal terkhusus biasanya kami intip kamar mandinya.

Bukan apa-apa sih, bundanya anak-anak pernah memiliki pengalaman mengajar di sebuah sekolah Islam. Ketika akan buang air kecil di kamar mandi, bunda sangat terkejut karena melihat kotoran yang tak terguyur dengan baik. Lantai kamar mandinya juga sangat kotor.

Padahal katanya kebersihan adalah sebagian dari iman kan? Maka kamar mandi menjadi perhatian utama bagi kami. Jika kamar mandinya saja bersih dan kinclong, bisa dipastikan kebersihan ruang lainnya pun juga diperhatikan dengan baik.

3. Kualitas Guru dan Karyawan

Saat survey ke lokasi sekolah, kami juga biasanya mengamati bagaimana respon guru dan karyawan saat bertemu dengan orang luar. Ramahkah, atau cuek. Kami juga sangat mengapresiasi sekolah yang memiliki guru dan karyawan dengan seragam yang rapi.

Karena SD Islam, kami biasanya mencari sekolah yang guru perempuannya berkerudung sesuai syariat. Yaitu panjang menutup dada, dan tidak hanya dililitkan di leher. Kami juga lebih memilih sekolah yang guru perempuannya bergamis atau mengenakan rok daripada celana.

Selain itu biasanya kami juga akan menanyakan kualitas pendidikan para gurunya. Apakah sebagian besar lulusan keguruan, atau kalaupun bukan dari lulusan keguruan, apakah sekolah tersebut memiliki sertifikasi atau pembekalan sebagai guru sebelum mereka ditugaskan.

4. Materi KBM dan Ekstrakurikuler

Hal keempat yang menjadi pertimbangan selanjutnya yaitu materi kegiatan belajar mengajar dan juga kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan. Sekarang ini banyak SD Islam yang berdiri sendiri, dan tidak terpaku pada kurikulum yang distandarkan pemerintah. Kami tidak masalah dengan hal tersebut, justru itu adalah keunikan tersendiri.

Namun yang terpenting kalaupun sekolah tersebut memiliki kurikulumnya tersendiri, kami perlu tahu seperti apakah kurikulumnya, apa sajakah yang akan diajarkan dan target capaiannya. Tak hanya itu kami juga ingin tahu kegiatan-kegiatan tambahan apa saja yang bisa didapatkan oleh anak-anak dalam rangka mengoptimalkan potensi dan bakat yang dimiliki mereka.

5. Siap dengan Sekolah Daring

Terkait dengan pandemi yang belum tahu kapan selesainya, bisa jadi mulai tahun ini, pendidikan akan melakukan sebuah perubahan. Mungkin sebagian besar sekolah yang memiliki fasilitas baik bisa memulai pembelajaran offline dengan protokol kesehatan ketat. Namun bisa jadi ada sekolah-sekolah yang tetap menjalani daring, apalagi jika wilayahnya masih zona merah.

Dari situ kami juga perlu mempertimbangkan apakah SD Islam tersebut memiliki fasilitas yang cukup baik untuk mengadakan sekolah daring. Sehingga one day pemerintah menghimbau untuk kembali sekolah dari rumah saja, SD tersebut sudah siap melaksanakannya.

Mengenal SD Islam Terpadu Auliya

Dari 5 pertimbangan di atas, buat sohib parents yang tinggal di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, SD Islam Terpadu Auliya bisa menjadi pilihan terbaik. SD Islam yang memiliki dua lokasi di Jl Jombang Raya No. 1 dan No. 49, Pondok Aren ini telah mencakup semua 5 hal di atas.
sekolah dasar islam terpadu Auliya
Salah satu hal menarik dari sekolah ini adalah model pembelajarannya menggunakan SAL alias Student Active Learning. Metode ini fokus pada pengembangan kepintaran dan kreativitas setiap siswa. Program-program yang dimiliki SDIT Auliya juga unik dan menarik.
Berbasis kompetensi IKLaS, yang merupakan ciri khas Auliya dalam menguatkan nilai karakter dan skill para siswanya. IIKLaS singkatan dari Islami, Karakter Sukses, Literasi Era 4.0, Skill Abad 21. 
Nggak hanya dibekali dengan materi KBM sesuai dengan kurikulum nasional, sekolah ini juga memiliki 1 ekstrakurikuler wajib yaitu Pramuka untuk melatih kepemimpinan dan kerjasama, serta 12 ekstrakurikuler pilihan. Ekskul pilihannya terdiri dari tahsin hingga robotic, tinggal disesuaikan dengan minat dan potensi anak.

Dalam menghadapi pandemi, SDIT Auliya juga nggak main-main. Mereka mengembangkan AHL (Auliya Home Learning) 2.1. Yaitu program yang diselenggarakan Sekolah Islam Terpadu Auliya untuk pembelajaran jarak jauh secara daring menggunakan metode Student Active Learning (SAL) dengan semangat merdeka belajar.

Nah, semoga 5 tips memilih SD Islam di atas membantu sohib parents yang masih bingung menentukan sekolah untuk putra-putrinya. Dan buat warga Tangerang Selatan, nggak perlu bingung lagi kan pilih sekolah, karena Auliya School siap menjadi partner terbaik untuk sohib parents semuanya.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment