Dialog Iman bersama Ifa; Mengapa Harus Belajar



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Portofolio Ifa - Selasa, 17 September 2019.

Seperti biasa Kakak Ifa pulang dijemput ayah. Setelah mengucapkan salam dan meletakkan tasnya, kak Ifa mengeluarkan buku paket Matematikanya dan semangat mengerjakan soal-soal di dalamnya. Tanpa disuruh. Sesekali bertanya kepadaku bagaimana cara menyelesaikan soal-soal tersebut jika ada yang tak dipahaminya.

Qodarullah saat paginya, aku sempat membaca WA story dari salah seorang tetangga yang kesulitan mengajari anaknya, padahal sedang PTS (tes tengah semester). Hingga saking gemesnya beliau, anaknya kena cubitan berkali-kali. Aduhai, kasihan sekali kan? Karena kami cukup dekat dan sering terlibat obrolan yang cukup dekat, aku menjaprinya dan menyampaikan pendapatku. Namun karena beliau tidak merespon, ya sudah.

Mengingat hal tersebut, aku jadi ingin tahu makna belajar untuk kak Ifa. Sembari menemaninya mengerjakan soal-soal matematika tersebut, inilah dialog yang terekam di ingatan, yang membuatku merasa saat itulah aha moment yang tak boleh dilupakan.

Aku: "Menurut Kak Ifa, kenapa sih kita harus belajar?"
Ifa: "Biar pinter?"
Aku: "Ada alasan lain, selain biar pinter?"
Ifa: "Apa ya Bun, kok aku belum tahu ik."
Aku: "Ifa belajar karena disuruh bunda atau ustazah?"
Ifa: "Nggak. Nggak karena disuruh. Memang mau belajar aja."
Aku: "Biar dapat nilai bagus."
Ifa: "Hmmm.... biar jadi tahu. Biar bisa. Kalau nggak belajar, nggak tahu. Nggak bisa ngerjain."
Ifa: "Nih Bun, sekarang aku bisa ngerjain ini karena belajar."
Aku: "Dan karena Allah.. Kalau Allah nggak ridho, meski kakak belajar sesering apapun, ilmunya nggak akan sampai. Yang kasih ilmu itu Allah, kak. Jadi pastikan Allah ridho sama kita... jadi belajarnya dimudahkan."
Ifa: "Caranya?"
Aku: "Adab-adab saat belajar apa saja?"
Ifa: "Hmm... berdoa, menghormati guru, menempatkan buku di tempat yang baik, nggak ngobrol sendiri."
Aku: "Menurut Kak Ifa sudah betul belum adab belajarnya selama ini.?"

Ifa pun hanya merenges. Secuil dialog iman dengan salihahku yang sebentar lagi berusia 8 tahun ini. Semoga fitrah belajarmu selalu terjaga, Nak. Berusaha mulai 'menginstall software' pentingnya belajar. Apapun. Di manapun. Dengan siapapun. Selama hal tersebut bisa menambah keimanan dan kecintaan kita terhadap Allah dan rasulNya. 

Selain itu, berusaha mengajarkan bahwasanya tetap tak boleh lupa ilmu itu asalnya dari Allah. Maka jangan pernah merasa pintar atas usaha kita sendiri. Semua karena Allah. Allah yang menitipkan ilmu kepada kita, harus selalu bersyukur, tak boleh sombong dan berbagilah jika mampu.

Kadang suka nggregel melihat anak wedhok sudah mau aqil baligh. Masih banyak yang harus disiapkan. Time flies soooo faaaaast. 

Semoga Allah mampukan kami menjadi orang tua yang dibutuhkan anak-anak. Juga semoga Allah menjaga mereka. Karena tak ada penjagaan yang lebih baik dari penjagaanNya.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email