Allah Ciptakan Tubuhku; Mengenal dan Mencintai Tubuh Pemberian Allah



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Buku Allah Ciptakan Tubuhku (ACT) ini merupakan seri pertama dari Allah Sayang Padaku yang ditulis oleh mbak Amalia Kartika Sari. Seri keduanya adalah Allah Selalu Ada Untukku (ASAU) yang sudah mengisi hari pertama di tantangan 10 hari. Aku termasuk telat mendapatkan buku ini, jadinya buku yang aku punya versi soft cover. Aku pun baru membelinya bareng dengan masa pre order ASAU.

Ada cerita menarik berkaitan dengan buku ini. Jadi buku ACT dikirimkan jauh sebelum ASAU kami terima. Apalagi proses cetak ASAU sempat mengalami keterlambatan, jadilah dikirim tidak sesuai jadwalnya. Namun saat ASAU mendarat ke rumah, ada satu eksemplar ACT yang nyelip. Awalnya aku nggak ngeh, baru ketika Ifa bertanya “bun, kenapa beli buku yang ini lagi, kan kita sudah punya?” Ternyata ada salah pengiriman, hehe.



Sama dengan ASAU yang begitu cantik ilustrasinya, ACT pun begitu cantik dan enak dibaca. Bukan hanya anak-anak yang senang dibacakan buku ini, emaknya pun hobi baca buku ini karena nyentil banget. Buku ini mengingatkan kita untuk mensyukuri tubuh yang kita miliki sebagai pemberian dan anugerah dari Allah. Oleh karenanya kita harus selalu menjaga dan menggunakannya untuk kebaikan. 






Di ACT juga bertebaran ayat-ayat Al Quran yang menguatkan kisahnya. Di akhir buku juga ditampilkan doa agar Allah selalu menyehatkan badan, penglihatan dan pendengaran kita. Very recommended books. Baru masuk rak dua bulan ini, namun bukunya sudah lecek covernya… itu artinya buku ini termasuk yang sering dibaca, hehe. Itu artinya buku ini masuk dalam favorite list-nya anak-anak.

Masuk hari kesembilan, aku mulai berkutat dengan buku Talent Mapping karya Abah Rama. Punya buku ini sudah dari tahun lalu, tapi belum sempat baca sampai selesai, bukunya sudah jadi penghuni rak dan tak tersentuh lagi. Hingga kemudian beberapa hari lalu aku ikut seminar “Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak” yang disampaikan oleh Kang Firman dan Teh Elma, di mana salah satu sesi seminar itu membahas tentang talent mapping (TM), jadilah aku kembali kepo dengan segala hal berkaitan dengan TM.



Be Yourself, but First Know Yourself. Salah satu quote yang aku baca dari buku ini benar-benar menguatkanku bahwasanya penting untuk mengenal siapa kita, bagaimana diri kita, apa potensi kita, apa kelemahan kita agar bisa menetapkan visi misi dan tujuan hidup. Hingga pada akhirnya kita bisa menemukan apa peran hidup yang Allah amanahkan untuk kita di muka bumi ini.



Dan yang pasti dengan mengenal diri sendiri lebih baik, akan membantu proses kita dalam membersamai anak-anak. Bagaimana mau mengenal anak dan menemukan potensinya kalau kita saja belum benar-benar mengenal peta kekuatan dan kelemahan kita? So parents, selamat mengenal diri masing-masing dan kemudian kenalilah potensi anak-anak kita….! Happy parenting!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.




#Day9
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari 
#KuliahBunsayIIP 
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email