Florence Nightingale; Menyayangi dan Membantu Sesama



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Hari keenam, Ifa ngerjain bundanya dengan meminta dibacakan Seri Tokoh Dunia No 15: Florence Nightingale. Buku ini merupakan warisan dari tantenya Ifa alias adik kandungku yang hobi mengoleksi buku-buku tokoh dunia. Ifa mulai tertarik dengan tokoh-tokoh ini sejak kami menata ulang home mini library dan menemukan buku-buku lawas milik tantenya. 



Dia mulai tanya siapakah tokoh ini, bagaimana kisah hidupnya dan sebagainya. Meski berbentuk komik, namun menceritakan buku ini cukup susah. Memang tidak terlalu tebal, namun komik yang tulisannya kecil-kecil ini tentu saja butuh waktu yang cukup panjang untuk jadi bahan cerita. Untungnya di akhir buku ada ringkasan ceritanya, jadi seringnya aku hanya baca secara singkat kisah hidupnya. 



Bagi yang sudah pernah membaca kisahnya pasti tahu kalau Florence Nightingale ini sesosok perempuan yang namanya sangat dikenang di kalangan perawat. Ia mendedikasikan hidupnya sebagai seorang perawat. Sejak kecil ia merasa bahwa Tuhan berbicara padanya dan memanggilnya untuk merawat orang-orang yang membutuhkan. Bahkan hingga akhir hidupnya, ia habiskan untuk merawat orang-orang yang membutuhkan tangannya. Tidak hanya menjadi perawat di rumah sakit biasa, Florence pun pergi ke tempat-tempat peperangan untuk menjadi perawat di medan tempur. 




Karena jasa-jasanya ini, didirikannlah Yayasan Nightingale. Florence menggunakan uang yang terkumpul dari yayasan ini untuk mendirikan sekolah perawat dan melanjutkan aktivitas sosialnya. Dari kisah Florence yang hidup hingga usia 90 tahun ini, Ifa belajar banyak tentang empati, membantu dan menyayangi sesama. 

Kadang kalau Ifa belum puas dibacakan, ia akan melihat gambar demi gambar di buku ini dengan seksama sambil berkata “aku ini lagi baca dalam hati lo, bun.” Hehe. 

Jika Ifa mulai tertarik dengan komik seri tokoh dunia, di hari keenam ini aku masih berkutat dengan Bahagia Berkisah. Satu hal yang aku suka di buku ini karena ada lampiran tentang kisah apa saja yang cocok dibawakan untuk anak usia 0 – aqil baligh. Lampiran ini membantuku untuk menyusun kurikulum baca buku buat anak-anak. 



Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 





#Day6 
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari 
#KuliahBunsayIIP 
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst 

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email