Puasa Pertamaku; Menyiapkan Diri Menuju Ramadhan



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Konsistensi itu tantangan yang luar biasa. Meski biasa dekat dengan buku dan membaca, melaporkan apa saja yang kami baca setiap hari di keluarga bukanlah sesuatu yang mudah ternyata. Alhamdulillah akhirnya pagi ini berhasil juga meluangkan waktu untuk mengerjakan laporan game level 5 ‘menstimulasi anak suka membaca.’ 

Di hari keempat, Ifa memilih sebuah koleksi lama yang telah kami miliki sejak 18 Juni 2015. Aku ingat dulu membelikan buku ini untuk mempersiapkan mbak Ifa ikut puasa pertama kalinya. Alhamdulillah cukup membantu. Nah, hawa ramadhan sudah mulai terasa, termasuk di kampung kami. Anak-anak mulai membicarakan kalau sebentar lagi ramadhan akan segera tiba. Mbak Ifa pun mulai bertanya-tanya kembali tentang puasa dan segala hal berkaitan dengan ramadhan. 



Hingga di hari keempat tantangan 10 hari, mbak Ifa menyodorkan buku “Puasa Pertamaku” untuk aku bacakan. Buku yang ditulis oleh Nurul Khafidoh, terbitan Tiga Ananda ini cukup mudah dipahami, gambarnya besar-besar, dan kalimatnya singkat-singkat. Membuatku cukup nyaman membacakannya untuk Ifa dan Affan. 

Ada delapan cerita pendek di buku ini. Setiap cerita saling berkaitan dari awal ramadhan hingga penghujung ramadhan. Tentang bagaimana serunya sahur pertama, jangan berlebihan saat berbuka, mengatasi lemas saat puasa, menahan hawa nafsu, menjalankan tarawih dengan baik, meredam amarah di waktu puasa, lebaran tak harus selalu berbaju baru hingga mengajarkan anak berbagi lewat berzakat. 




Sepertinya semakin memasuki ramadhan, buku ini akan terus jadi teman baca setia. Satu hal yang aku suka pula dari buku ini yaitu dilampirkan pula tips asyik menjalani puasa. Tips yang singkat dan informatif itu mempermudah anak untuk mencerna maksud cerita, khususnya untuk anak-anak yang masih di bawah tujuh tahun. 



Sementara itu sebelum tidur, Ifa masih berkutat dengan cerita-cerita di dalam buku Asmaul Husna. Khusus sebelum tidur, Ifa meminta ayahnya yang menjadi tukang cerita. Nggak tanggung-tanggung lima cerita harus dibacakan oleh sang ayah, hehe. 

Ketika Ifa bisa membaca beberapa judul buku dalam sehari, emaknya sih masih saja berkutat dengan Inspirasi Rumah Cahaya. Meski bahasanya mudah dipahami, namun makna yang tersimpan begitu kuat, hingga aku enggan untuk cepat-cepat menuntaskan. Agar semakin banyak yang bisa aku gali dan dapatkan dari buku ini. 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



#Day4 
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari 
#KuliahBunsayIIP 
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst 

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email