Kisah Kota Kita, Pentingnya Menjaga Lingkungan



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Masih ingat dengan kisah konyol? Kali ini aku menjadikan buku Kisah Kota Kita, yang membuat Ifa terinspirasi untuk mengatakan bundanya konyol, materi bacaan kami hari ini. Buku ini merupakan hasil kolaborasi antara mbak D. K. Wardhani dan Watiek Ido. Aku membeli buku ini beberapa tahun yang lalu, lupa kapan tepatnya, saat buku ini sedang booming. Biasanya saat buku sudah di tangan, aku akan menuliskan nama pemilik dan tanggal pembelian, nggak tahu yang ini mungkin kelewatan, hehe. 



Yang pasti di dalam buku ini ada rekomendasi dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang kala itu masih dijabat oleh pak Joko Widodo. Disebutkan bahwa buku ini patut dibaca oleh anak-anak agar semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. 



Dulu waktu beli buku ini, ada hadiah wayang-wayangan kertas. Berguna sekali saat membacakan cerita-cerita di buku ini dengan lebih menarik. Sayangnya wayang-wayangan nya sekarang sudah lenyap. Bukunya aja saking dulu sering dibaca sampai bentuknya kumal bangeeeeet. Tapi memang recommended sekali buku ini. Selain ceritanya mudah dimengerti, ilustrasinya menarik, buku ini dilengkapi dengan fakta kota yang semakin menambah wawasan anak serta orangtuanya. 




Ada 10 cerita di buku ini yang fokusnya pada tata kota dan bagaimana mendaur-ulang serta menjaga lingkungan. Jika cerita favorit Ifa di buku ini adalah tentang kantor pos yang disebut konyol oleh teman-temannya, cerita favoritku berjudul Toko Merah. Berkisah tentang sebuah toko tua yang awalnya dimiliki oleh sepasang suami istri. Ada seorang anak kecil bernama Zain yang senang sekali berdiri di depan toko tersebut karena menginginkan permen yang dijual di toko tersebut. Si pemilik toko pun memberikan beberapa permen untuknya. Ternyata pengalaman ini membekas sekali pada diri Zain. 



Tahun demi tahun berganti, Toko Merah menjadi satu-satunya bangunan tua yang berdiri di lingkungan tersebut. Teman-teman toko lainnya sudah banyak yang dirobohkan atau dibangun ulang, Toko Merah mulai kesepian. Hingga kemudian sepasang suami istri pemilik toko tersebut berniat menjualnya. Datanglah Zain yang telah menjadi pemuda sukses untuk membeli toko tersebut. Di tangan Zain, Toko Merah direnovasi menjadi sebuah kafe yang nyaman. Toko Merah sangat senang, sepasang suami istri pemilik awal Toko Merah pun senang, begitu juga dengan Zain. 



Cerita ini kemudian ditutup dengan Fakta Kota mengenai cagar budaya. Ngomongin cagar budaya, jadi ingat drakor Black Knight yang diperankan Kim Rae Won. Di drama itu dia berperan menjadi pengusaha muda yang berusaha menghentikan pemusnahan sebuah kota tua untuk dijadikan apartemen. Dia ingin kota tua itu dilindungi dan menjadi cagar budaya. Dia menyakinkan penduduk di kota tersebut bahwa mereka masih akan tetap bisa mendapat keuntungan meski mempertahankan bangunan-bangunan tuanya. Walah, malah jadi ngelantur sampai drakor to, hehe. 



Di hari ketiga ini, selain berkutat dengan Kisah Kota Kita bersama Ifa dan Affan. Aku juga masih sibuk menyelesaikan Inspirasi dari Rumah Cahaya. Kali ini aku kembali diingatkan bahwa di dalam Al Quran sudah ada banyak model-model keluarga yang bisa dijadikan acuan dalam mendidik dan mengasuh anak. Tidaklah perlu jauh-jauh dan terlalu mengidolakan orang-orang jaman now yang masih berproses, karena hasil akhirnya belum ada yang tahu. Sementara kisah-kisah yang ada di Al Quran sudah jelas hasil akhirnya, jadi pasti sudah bisa diambil hikmah dan pelajarannya. Tentu saja bukan berarti lalu kita nggak boleh belajar dari orang lain. Belajar sah-sah saja, tapi jangan pula mengagumi berlebihan… jadi ingat salah satu cerita di buku Asmaul Husna kan? Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, karena hanya Allah yang Maha Sempurna. 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.




#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email